Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

PEMILU DIPISAH, DEMOKRASI DIPERJELAS ATAU DIPERMAINKAN ?

Gambar
  PEMILU DIPISAH, DEMOKRASI DIPERJELAS ATAU DIPERMAINKAN? Catatan Kritis atas Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Oleh: Elas Anra Dermawan, SH (Founder LBH NADI) Ada satu pertanyaan sederhana tapi mengganggu : Apakah pemisahan pemilu ini memperbaiki demokrasi, atau justru memperpanjang drama politik Indonesia? Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang memisahkan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal mulai 2029 bukan sekadar putusan hukum biasa. Ini adalah “reset sistem politik” yang dampaknya tidak main-main. Dan seperti semua reset besar, selalu ada dua sisi : harap dan kekacauan. DEMOKRASI DIBERI NAPAS BARU?  SISI POSITIF Mari jujur—pemilu lima kotak itu melelahkan. Rakyat dipaksa memilih presiden, DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dalam satu waktu. Hasilnya? Banyak yang memilih bukan karena paham, tapi karena ikut arus. Dengan putusan ini, ada peluang : 1. Pemilih Bisa “Berpikir”, Bukan Sekadar “Mencoblos” Pemisahan pemilu memberi jeda. Rakyat tid...