Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Primodialisme Muaro Jambi Tergerus Oleh Zaman

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat dan Pendiri Pusat Studi Politik dan Bantuan Hukum Primordialisme di Kabupaten Muaro Jambi, seperti di banyak daerah lainnya di Indonesia, memang semakin tergerus oleh perubahan zaman. Fenomena primordialisme yang berakar pada identitas suku, agama, dan kelompok-kelompok etnis tertentu, yang dulu sering menjadi faktor dominan dalam politik lokal, kini mulai mengalami kemunduran. Beberapa faktor yang turut mempengaruhi hal ini antara lain: 1. Pendidikan dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat Peningkatan tingkat pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi turut mengubah pola pikir masyarakat. Dengan pendidikan yang lebih baik, masyarakat cenderung lebih kritis dalam menilai calon pemimpin berdasarkan kapasitas dan program yang mereka tawarkan, bukan sekadar berdasarkan identitas primordial. Masyarakat yang semakin terdidik lebih melihat visi-misi pemimpin daripada latar belakang suku atau agama. 2. Globalisasi dan Akses Informasi Globalisasi yang memba...

Kemenangan Maulana Diza "Hasil Hitung Cepat" Akan Mengubah Iklim Politik Kota Jambi

Gambar
Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat dan Pendiri Pusat Studi Politik & Bantuan Hukum ) Kemenangan Maulana Diza "Hasil Hitung Cepat" Akan Mengubah Iklim Politik Kota Jambi Kemenangan Maulana Diza dalam pemilihan, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count), diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap iklim politik di Kota Jambi. Maulana Diza, yang mungkin belum terlalu dikenal oleh sebagian besar warga kota ini, berhasil mencuri perhatian dengan perolehan suara yang meyakinkan dalam kontestasi politik ini. Perubahan Dinamika Politik Lokal Kemenangan ini dipandang sebagai perubahan besar dalam politik lokal, terutama karena Maulana Diza bukan hanya mewakili figur yang lebih muda, tetapi juga membawa ide-ide dan harapan baru yang bisa menyegarkan struktur politik yang ada. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Jambi mendambakan perubahan, baik dalam hal gaya kepemimpinan, program pembangunan, maupun keterlibatan yang lebih besar dari generasi muda da...

MODUS MAFIA PERKAPALAN DI PROVINSI JAMBI

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat & Pusat Studi Politik dan Bantuan Hukum ) Modus mafia perkapalan di Provinsi Jambi, seperti di banyak wilayah lainnya, dapat melibatkan berbagai praktik ilegal dan koruptif yang berkaitan dengan sektor perkapalan dan pelayaran. Beberapa modus yang sering terjadi antara lain: 1. Penyalahgunaan Izin Kapal: Praktik ini mencakup pemberian izin kapal yang tidak sesuai dengan standar keselamatan atau pemalsuan dokumen kapal. Beberapa pihak mungkin mengajukan kapal yang tidak layak operasi atau tidak sesuai spesifikasi untuk mendapatkan izin yang sah. 2. Pemalsuan Surat Muatan Barang (SMU): Dalam dunia pelayaran, ada kemungkinan pemalsuan atau manipulasi data muatan kapal untuk menghindari pajak atau bea cukai. Ini bisa melibatkan pencatatan barang yang lebih sedikit dari jumlah yang sebenarnya untuk mengurangi biaya atau untuk menghindari pemeriksaan. 3. Penggelapan BBM (Bahan Bakar Minyak): Mafia perkapalan di Jambi mungkin juga terlibat da...

JANGAN SAMPAI PERLUASAN TRANSMIGRASI, MENGABAIKAN HAK WILAYAH MASYARAKAT SETEMPAT

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat & Pendiri Pusat Studi Politik & Bantuan Hukum ) Masalah transmigrasi di Indonesia memang cukup kompleks dan sering kali menimbulkan kontroversi.  Pada dasarnya, transmigrasi bertujuan untuk mendistribusikan penduduk dari daerah padat penduduk ke daerah yang lebih jarang penduduk, dengan harapan dapat meratakan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, ada beberapa isu yang muncul, terutama terkait dengan hak atas tanah bagi masyarakat lokal (pribumi). Beberapa masalah yang terjadi dalam program transmigrasi, terutama terkait dengan keberadaan tanah bagi penduduk asli, antara lain: 1.Ketimpangan Pembagian Tanah:  Tanah yang diberikan kepada transmigran seringkali berasal dari tanah yang sebelumnya dikuasai oleh masyarakat adat atau pribumi. Hal ini menyebabkan konflik lahan antara transmigran dan penduduk lokal, karena tanah yang dijadikan lokasi transmigrasi bukanlah tanah yang kosong...

Solusi Pemerintah Daerah dalam Menangani Konflik Agraria

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat dan Pendiri Pusat Kajian Ilmu Politik dan Bantuan Hukum ) Narasi Hukum tentang Solusi Pemerintah Daerah dalam Menangani Konflik Agraria Konflik agraria di Indonesia merupakan persoalan yang kompleks, yang melibatkan tumpang tindih kepemilikan, penguasaan, dan pemanfaatan lahan antara masyarakat, perusahaan, dan negara. Konflik ini seringkali menyebabkan ketegangan sosial, ekonomi, dan bahkan kekerasan, sehingga membutuhkan solusi yang bijaksana dan adil dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki peran strategis dalam menangani konflik agraria, karena mereka lebih dekat dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Beberapa solusi yang dapat diterapkan oleh Pemda dalam menangani konflik agraria, antara lain: 1. Penyelesaian Melalui Dialog dan Mediasi Salah satu langkah yang dapat diambil oleh Pemda adalah memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang bersengketa, baik antara masyarakat de...

KPK dan APH mesti Awasi DINAS PU Muaro Jambi

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat dan Pendiri Pusat Kajian Ilmu Politik dan Bantuan ) Terkait dengan pengawasan terhadap Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muaro Jambi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Daerah (KPKD) dan Aparat Penegak Hukum (APH), hal ini bisa dilihat sebagai langkah penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan anggaran dan proyek-proyek pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Pentingnya pengawasan ini antara lain untuk: 1. Mencegah Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang:  Mengingat banyaknya proyek infrastruktur yang melibatkan anggaran besar, pengawasan dapat meminimalisir potensi penyimpangan, baik berupa mark-up anggaran, manipulasi tender, ataupun praktik KKN lainnya. 2.Meningkatkan Kualitas Proyek: Pengawasan yang ketat akan memastikan bahwa proyek-proyek yang dilaksanakan oleh Dinas PU sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, selesai tepat waktu, dan menggunakan material yang berkualitas sesuai st...

APA MASALAH NYA DINKES MENYERAP ANGGARAN YANG BESAR TAPI SEDIKIT MANFAAT BAGI MASYARAKAT MUARO JAMBI

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat dan Pendiri Pusat Kajian Ilmu Politik dan Bantuan Hukum ) Masalah serapan anggaran yang besar di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, namun manfaatnya terasa sedikit bagi masyarakat, sering kali menunjukkan adanya ketidakefektifan dalam perencanaan, pengelolaan, dan implementasi program kesehatan. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan hal ini terjadi antara lain: 1. Perencanaan Anggaran yang Tidak Tepat Sasaran Meskipun anggaran yang dialokasikan untuk sektor kesehatan besar, seringkali dana tersebut tidak digunakan untuk program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Misalnya, sebagian besar anggaran bisa saja dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur atau fasilitas kesehatan yang tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, seperti pengobatan gratis, vaksinasi, atau peningkatan kualitas layanan kesehatan di puskesmas. 2. Pengelolaan Anggaran yang Tidak Efisien Masalah pengelolaan ang...

UPAYA HUKUM, JIKA DI TEMUKAN RENDAHNYA KUALITAS PEMBANGUNAN UMUM OLEH DINAS PU KABUPATEN MUARO JAMBI

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat dan Pendiri Pusat Kajian Ilmu Politik dan Bantuan Hukum ) Pembangunan umum di Kabupaten Muaro Jambi, meskipun telah menunjukkan beberapa kemajuan, masih menghadapi sejumlah tantangan serius yang menghambat peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu masalah utama adalah kualitas infrastruktur yang belum memadai. Jalan-jalan yang rusak, terutama di daerah pedesaan, sering kali menjadi kendala utama dalam mobilitas masyarakat. Banyak jalan yang seharusnya bisa menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan sosial, namun kondisinya sangat buruk dan sulit dilalui, terutama pada musim hujan. Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti sarana air bersih dan sanitasi juga masih terbatas. Di sejumlah wilayah, akses terhadap air bersih masih menjadi masalah yang mendesak, dengan banyak masyarakat yang terpaksa mengandalkan sumber air yang tidak layak konsumsi. Hal ini berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup warga yang masih bergan...

Prof. Dr. Maisah, M.Pd.I Keterwakilan Perempuan Cerdas & Religius Calon Rektor UIN STS JAMBI

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( ADVOKAT & PENDIRI PUSAT KAJIAN ILMU POLITIK DAN BANTUAN HUKUM Menteri Agama saat ini memang perlu mempertimbangkan berbagai aspek dalam memilih calon rektor, termasuk salah satunya adalah pentingnya keterwakilan perempuan dalam posisi strategis, seperti jabatan rektor. Prof. Dr. Maisah, M.Pd.I, yang memiliki kualifikasi akademik yang sangat baik dan pengalaman luas di bidang pendidikan Islam, bisa menjadi kandidat yang sangat layak untuk posisi tersebut. Pentingnya keterwakilan perempuan dalam jabatan kepemimpinan di perguruan tinggi tidak hanya mendukung prinsip kesetaraan gender, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keberagaman perspektif dalam pengambilan keputusan. Dalam dunia pendidikan tinggi, keterwakilan perempuan sebagai pemimpin juga dapat menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa dan akademisi lainnya untuk mewujudkan cita-cita kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, pengalaman Prof. Dr. Maisah dalam bidang pendi...

Tim Terpadu Sudah Terbentuk, Tapi Masalah Konflik Agraria Tidak Terselesaikan

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat & Pusat Kajian Ilmu Politik dan Bantuan Hukum ) Pemerintahan Muaro Tidak Mampu Mengatasi dan Memberikan Solusi Terhadap Konflik Agraria Konflik agraria di Indonesia, termasuk di Kabupaten Muaro, merupakan persoalan yang kompleks dan berkepanjangan. Masalah ini seringkali melibatkan tumpang tindih antara kepentingan masyarakat, perusahaan, serta kebijakan pemerintah yang tidak jelas. Di Muaro, seperti di banyak daerah lainnya, masalah tanah dan hak atas lahan menjadi salah satu sumber ketegangan sosial yang belum dapat diselesaikan dengan baik. Pemerintah daerah Muaro, meskipun telah berupaya untuk menanggulangi masalah ini, belum mampu memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Faktor Penyebab Konflik Agraria di Muaro Beberapa faktor utama yang menyebabkan konflik agraria di Muaro adalah ketidakjelasan status tanah, kurangnya dokumentasi dan pengukuran tanah yang memadai, serta perbedaan interpretasi mengenai hak atas tanah anta...

Masalah Hukum Di Dinas PU Kabupaten Muaro Jambi, Kita Amati dan Jelih

Gambar
  Oleh : Elas Annra Dermawan, SH ( Pendiri Pusat Kajian Ilmu Politik dan Bantuan & Advokat ) Masalah hukum dalam pelaksanaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Muaro Jambi atau instansi pemerintah lainnya bisa beragam, tergantung pada kondisi dan kebijakan yang berlaku. Berikut adalah beberapa potensi masalah hukum yang sering muncul dalam konteks pelaksanaan proyek di sektor pekerjaan umum: 1. Perselisihan Kontrak •Masalah:  Ketidaksesuaian antara kesepakatan dalam kontrak dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan bisa menjadi masalah hukum. Misalnya, jika terdapat perbedaan antara spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak dengan kondisi fisik proyek di lapangan, atau jika pelaksana proyek tidak memenuhi tenggat waktu yang disepakati. •Tindak Lanjut:  Hal ini dapat berujung pada klaim dari pihak penyedia jasa (kontraktor) maupun pemerintah yang dapat mengarah pada gugatan hukum atau penyelesaian melalui arbitrase atau mediasi. 2. Korupsi dan Penyalahgunaan Anggar...

KABAG ULP MESTI DI DASARI PADA PRINSIP HUKUM DAN KODE ETIK

Gambar
  Oleh  : ELAS ANNRA DERMAWAN, SH ( ADVOKAT & PENDIRI PUSAT KAJIAN ILMU POLITIK DAN BANTUAN HUKUM  Sebagai Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (Kabag ULP), memegang prinsip hukum dan kode etik sangatlah penting, mengingat peran sentralnya dalam proses pengadaan barang/jasa di instansi pemerintah. Pengadaan barang/jasa yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah salah satu kunci untuk menjaga integritas pemerintah dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Berikut adalah beberapa prinsip hukum dan kode etik yang harus dipegang oleh Kabag ULP: 1. Prinsip Kepatuhan terhadap Hukum •Mematuhi Peraturan Perundang-undangan:  Kabag ULP harus memastikan bahwa semua proses pengadaan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ini termasuk mematuhi Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta peraturan lainnya yang terkait. Mengutam...