Dampak Inflasi Tidak Mempengaruhi Acara Seremonial Di Provinsi Jambi
Ternyata Inflasi tidak mempengaruhi acara seremonial di provinsi Jambi
Disusun oleh : Elas Annra Dermawan. SH
Pada tanggal 30 Agustus 2022, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegur banyak kepala daerah di Sumatera umumnya, hal ini disebabkan dari tingginya angka inflasi per Juli 2022 di sumatra
Luhut memberikan contoh kota Jambi dan Kabupaten Bungo, yang punya peningkatan inflasi terbesar masing-masing sebesar 6,96 persen dan 6,93 persen. Inflasi di kedua kota dan kabupaten ini naik tinggi.
Tentunya dampak inflasi ini mempengaruhi terhadap pembangunan ekonomi dan lain sebagainya di provinsi Jambi.
Karna Inflasi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti turunnya nilai mata uang, kenaikan harga barang dan jasa, meningkatnya pengangguran, menurunnya kesejahteraan masyarakat, hilangnya investasi, dan masih banyak lagi.
Namun setelah teguran dari Menteri koordinasi bidang kemaritiman dan investasi, bukan nya berbenah lebih fokus lagi. Ternyata Jauh dari apa yang di harapkan. Keadaan dampak dari Inflasi secara nyata di masyarakat masih tetap berlangsung dampak nya.
Pemerintah provinsi Jambi malah lebih fokus keacara acara yang sifat nya seremonial, berpesta ria di tengah tercepitnya kondisi masyarakat dari dampak inflasi yang meningkat.
Seolah olah inflasi ini tidak menyebabkan dampak yang buruk bagi masyarakat dan acara seremonial tetap berjalan.
Tentunya hal semacam ini tidak baik untuk pemerintah teruskan, karna dampak inflasi ini tidak bisa kita anggap angin lalu dan kita harus benar benar bersinergitas untuk mencarikan solusinya

Komentar
Posting Komentar