Sedikit Kisah Dari Buku "Aku & Pejuang Sejati"

 


Penulis : Elas Annra Dermawan. SH

”orang tua ku  !  dialah bapak dan ibuku, sampai detik ini pun, kau tetap sama seperti dulu, kau wujudkan atas  apa yang aku cita-citakan, kau berikan atas apa yang aku inginkan, dan kau cukupkan atas apa yang aku butuhkan.. tanpa sadar kau  tidakklah mampu !! terlalu pedih hati mu terluka tapi taklah berdarah dan terlalu banyak kau menangis atas peremehan yang merendahkanmu tapi !! kau mampu bertahan dan ketika saat telah tiba kau tersenyum haru sambil meneteskan air matamu,  kau melihatku seraya berbisik kepadaku, hari ini menjadi saksiku kepada tuhan, aku telah mampu mensukseskan mu.. dan tuhan pun  dengan segera memanggil ku.

"Elas annra dermawan"

Berbicara  mengenai  perjuangan  orang tua, aku merasa  orang  yang  beruntung  lahir  dirahim orang tua yang sangat tinggi semangat dalam berjuang untuk hidup dan masa depan anaknya, orang tuaku bukanlah mereka yang berdasi bukan pula mereka yang berhiaskan permata, tapi orang tuaku ialah ! meraka yang bekerja disetiap hari  tanpa waktu tidur yang teratur tanpa perhiasan yang menghiasi dirinya, mereka tak terpikir akan sehat dan sakitnya dan masa tuanya, mereka sibuk berjuang sebaik mungkin dihari ini, untuk hidup dan masa depan permata hatinya esok nanti. 

Aku akan mulai bercerita dan  menceritakan tentang kisah hidup yang berorang tuakan mereka yang sederhana tapi mampu mewujudkan mimpi besar permata hatinya harapan masa tuanya, dan dia lah bagiku  yang   pantas diberi gelar “sang pejuang sejati” layaknya sebagai seorang pejuang sejati mereka sangat jelas berjuang tanpa meminta imbalan apapun seringkali perjuangan mereka dianggab remeh, seringkali perjuangan mereka berhimbas buruk pada dirinya sendiri bahkan seringkali perjuangan mereka di khianati orang yang mereka perjuangkan, yaitu orang yang paling terdekat baginya yang menjadi perhiasan perhiasan hidupnya, dambaan hatinya, semangat hidupnya, yaitu anaknya sendiri seringkali mengkhianati dirinya, dari kecil dia memperjuangkan hidupnya sehat dan sakitnya menjadi pikirannya disetiap hari, sampai besar seringkali anak bertingkah seperti tidak sadar akan perjuangan yang dijalani orang tuanya, dari kecil anak menumpang hidup bersama orang tua nya sampai besar orang tuanya yang menjadi renta dan banyak merasakan kesakitan karna ketika sehat diwaktu muda, sehatnya selalu dipergunakan untuk bekerja dengan waktu yang banyak dan kapasitas kerja yang berlebihan, setelah anaknya sudah berkeluarga dan sukses dengan perjuangan perjuangan keras dari orang tuanya jangankan untuk menumpang hidup bersama anaknya, hadir pun untuk silaturahmi menemui orang tuanya saja sangatlah jarang bahkan ada yang tidak pernah sama sekali, dengan mengatakan bermacam alasan, sibuklah, jauhlah, tidak punya uanglah dan lain sebagaiya, pernah kah kita merenungkan !? ketika kita masih kecil seringkali duduk bersama orang tua bergurau atau bertanya mengenai apapun itu, sering dan bahkan berulang ulang kita lakukan itu  bertanya kepada orang tua, coba kita lihat keadaan mereka saat itu, mereka sangat sibuk, kadang kita bertanya saat mereka sedang bekerja tapi saat anak yang selalu mengulang pertanyaan pertanyaannya, orang tua tetap menjawabnya, sebanyak apapun lontaran pertanyaan yang kita ajukan tetaplah terus dijawab oleh orang tua dengan begitu lembutnya, tapi sekarang ketika kita yang katanya telah menjadi dewasa, dan orang tua telah menjadi renta dan ingin mengisi waktunya bersama keluarga, bercerita bersama anaknya yang telah dewasa, saat orang tua selalu bertanya kepada anaknya yang telah dewasa sedikit sekali anaknya menjawab dari pertanyaan itu, bahkan seperti risih dengan pertanyaan orang tua dan menganggab pertanyaan tersebut tidak penting dan hanya menghabiskan waktunya saja, coba pikirkan hal itu ! kelakuan yang kita perbuat kepada orang tua kita, apakah itu yang dinamakan balas budi ?

tapi sebagai pejuang sejati tetaplah balasan orang tua terhadap kita tetap yang terbaik dan selalu berjuang demi demi kita anaknya.

hadirnya tulisan sederhana ini menginginkan agar orang faham bahwa penting peran orang tua dalam menentukan hidup dan masa depan anaknya, karna peluang terbesar berhasil seorang anak itu salah satunya dilatar belakangi oleh orang tuanya. Dalam hal mendidik seorang anak ada tiga hal yang paling diperhatikan dan itu adalah sebagai penunjang kesuksesan seorang anak, yaitu yang perlu diperhatikan : 

1. Sukses itu datang dari diri sendiri kalau bukan karna diri    sendiri susah untuk mencapai suatu tujuan, karena kita adalah supir bagii masa depan kita, arah nya mau kemana?? itu murni pada pilihan kita sendiri, dan kita tidak disupirkan oleh takdir karena tuhan sang pencipta pastilah memberikan kita waktu untuk memilih yang terbaik, dan ingat kita harus siap menerima apa saja resiko yang telah kita pilih dari setiap takdir takdir yang tuhan beri, perhitungkan dahulu sebelum memilih langkah.

2. Dan yang kedua sukses itu adalah berasal dari orang tua, hal ini jelas bahwa peran orang tua juga begitu penting, dikarena orang tua awal pembentukkan karekter seorang anak, sikap nya baik buruk itu ditentukan pada awal didikan orang tua, karna supir yang handal itu karna gurunyalah yang terbaik.

3. Dan selanjutnya adalah dari seorang guru, hal ini tidak jauh dengan peran orang tua, hanya berbeda sedikit, orang tua mengajarkan tentang praktekk dalam kehidupan dan guru mengajarkan teori dari kehidupan, nah !! ketiga hal ini harus lah seimbang tidak boleh ada satu yang tidak berjalan, apabila ketiga hal tersebut sudah dapat kita jalankan dengan seimbang, maka insyaallah mendapatkan hasil yang terbaik, kalau seandainya tidak mendapatkan yang terbaik, maka nasib lah yang menentukan semua, dan ambilah sesuatu makna yang tersirat didalam sesuatu hasil yang didapatkan. 

Dengan tulisan sederhana ini yang jauh dari ungkapan baik aku sebagai penulis, ingin menganggkat keharuman nama semua  orang tua yang penuh perjuangan itu dan agar manusia itu faham dan bukan hanya tau saja, bahwa menjadi nya kita seperti saat ini, menjadi seorang dokter menjadi seorang tentara dan menjadi apapun yang kita cita-citakan, itu tak lebihlah karna orang tuamu dan gigihnya perjuangan mereka dan dengan hal ini  agar seluruh anak yang masih mempunyai orang tua, dapat selalu berbakti akan orang tuanya, menyayanginya, dan tulus mengapdikan diri dan hidupnya  kepadanya. 

“bercita-citalah kalian sebesar mungkin, karna engkau akan mendapatkan sebesar apa yang dicita-citakan, bermimpi lah setinggi mungkin seandaipun engkau jatuh, kaulah yang jatuh diantara bintang-bintang” 

 Ir. Soekarno

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“KPK Jangan Tajam ke Riau, Tapi Tumpul ke Jambi: Saatnya OTT Kepala Daerah Jambi!”

“Ketika Kesetiaan Dikhianati, Negara Tak Boleh Ikut Diam: Menyoal Kasus ‘Mokondo’ yang Menimpa Audila Putry Sahara”

Pulau Kami, Harga Diri Kami: Ketika Jambi Diam, Aceh Berjuang