Kisah perjuangan dan pengorbanan seorang petani dalam dunia pendidikan anak-anaknya

 


Kisah perjuangan dan pengorbanan seorang petani dalam dunia pendidikan anak-anaknya
  
"Penulis M.wahyudi,S.E

Seorang petani yang berumur kurang lebih 45 tahun yang berkorban menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus di perguruan tinggi...

Beliau adalah pasangan suami istri yang bekerja sebagai seorang petani, beliau juga bukan berpendidikan yang tinggi namun beliau hanya tamatan sekolah dasar...

Namun perjuangan beliau sungguh luar biasa niat yang di dasari kerja keras mampu melanjutkan pendidikan anak2 nya Hingga ke perguruan tinggi...

Beliau juga menyampaikan bahwa pendidikan itu sangat penting bagi semua orang apalagi untuk dunia kerja itulah mengapa pendidikan tetap beliau dahulukan untuk anak-anaknya...

Bukan hanya itu, tentu dengan keterbatasan ekonomi yang di alami tentu banyak sekali hambatan dari berbagai macam sebab beliau hanya bermodal keyakinan dan niat yang kuat...

Berbagai omongan yang sifatnya merendahkan sering beliau dengar ya maklum hanya seorang berkehidupan sebagai petani jadi wajar saja jika orang lain menganggap beliau hanya seseorang yang sederhana yang tak akan mampu mewujudkan pendidikan untuk anak2nya apalagi sampai keperguruan tinggi....

Namun semua itu tak membuat beliau patah semangat semua perkataan yang sifatnya merendahkan itulah yang menjadi semangat beliau,yang menjadi dorongan kuat untuk beliau agar terus berjuang agar semua perkataan yang telah di dengar itu tidak akan terjadi di kemudian hari....

Dengan seiring berjalan nya waktu kurang lebih 4 tahun lamanya anak dari seorang petani ini lulus dari perguruan tinggi swasta yaitu universitas Muhammadiyah Jambi dengan program studi ekonomi pembangunan dengar bergelarkan Sarjana Ekonomi ( S.E) ananda nya dapatkan...

Ungkap beliau kepada seorang putra nya yang baru saja lulus itu dengan nada terima kasih nak kau mampu menyelesaikan studi mu ini

Ini adalah suatu penghargaan bagi kami,dan ini adalah bentuk momentum yang mana waktu itu banyak sekali omongan yang sifatnya merendahkan yang sering bapak dan Mak dengar namun dengan usaha mu dan kerja keras Mu menyelesaikan studi ini akhirnya omongan yang dulu di keluarkan nya itu bukan jadi doa terburuk bagi kita namun omongan itu menjadi suatu tangga bagi kita untuk melangkah maju kedepan...
Terima kasih kami ucapkan kau mampu mengangkat derajat keluarga kita...

Di sini saya simpulkan bahwa,jangan pernah menganggap seseorang itu rendah dengan keterbatasan ekonomi yang mereka punya sebab takdir seseorang tidak bisa kita tahu kapan mereka akan maju dan bagaimana kehidupan mereka di waktu yang akan datang...  
Bisa jadi engkau yang saat ini merendahkan nya suatu saat akan menjadi penonton terbaik dengan kesuksesan nya berkat engkau telah merendahkan keluarganya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“KPK Jangan Tajam ke Riau, Tapi Tumpul ke Jambi: Saatnya OTT Kepala Daerah Jambi!”

“Ketika Kesetiaan Dikhianati, Negara Tak Boleh Ikut Diam: Menyoal Kasus ‘Mokondo’ yang Menimpa Audila Putry Sahara”

Pulau Kami, Harga Diri Kami: Ketika Jambi Diam, Aceh Berjuang