Cerito Adik Beradik

 

"Cerito Duo Beradik"

Sempat dulu, pernah di ceritokan tentang penting nyo Raso persaudaraan, cerito itu di kisahkan oleh bapak ku, 

Dikisahkan, di suatu daerah terdapat sumur yang angker, Idak satu pun orang berani untuk mendekati sumur tersebut.

Karna setiap apo yang masuk kesitu pasti jadi bangkai, sehingga sumur itu pun jadi angker.

Pado akhirnyo semua masyarakat pado resah dan melapor kan masalah Iko ke ketua suku ny atau pemimpin daerah tersebut.

Mendengarkan pengaduan masyarakat ny, akhirnyo kepala suku tersebut membuat sayembara dan sayembara pun di umumkan. 

"Bagi siapa saja yang dapat berani masuk kedalam melihat kondisi sumur tersebut, untuk mencari solusi masalah nyo, maka orang tersebut akan di berikan hadiah yang berharga" 

Namun sayang ny tidak seorang pun yang berani menerima sayembara itu, kecuali salah satu orang yang bukan asli masyarakat situ berani dan bersedia menerima, namun dengan syarat. 

"Karno sayo sebatangkara di dusun ini, tolong Carikan dan ajak adik Sayo yang di dusun sebrang Sano, untuk ikut membantu Sayo pegang tali di atas bersamo Samo dengan masyarakat saat Sayo turun ke sumur" 

Pada akhirnyo di cari lah adik nyo tersebut dan adik nyo pun bersedia, dan kemudian mulai lah aksi pria tersebut untuk turun kesumur menggunakan tali yang tali tersebut di pegang oleh seluruh masyarakat dan adiknyo yang di ujung. 

Namun pada saat pria tersebut turun kedalam, tali itu pun semakin kencang, semakin membuat masyarakat lain takut, dan perlahan satu persatu melepaskan tali itu, hingga terakhir hanya tersisa adik nyo saja yang tetap menahan pegangan itu, dengan sekuat tenaga, dan alhasil pria itu pun sampai kebawah sumur dan ternyata isi dibawah sumur ada seekor "KERO BESAK" yang terjebak. . 

dan pria tersebut pun berhasi menjinakkan nya dan mengeluarkan ny, sehingga pria tersebut mendapat kan Hadiah karna di bantu oleh adik nya.

Cerito ini adalah contoh, bahwa tali darah memang tak dapat untuk di putuskan macam manopun kisah nyo.. 

Semoga dapat HIKMAH, 

Kisah ini Sayo dapati oleh bapak Sayo, pado saat kami jago malam di hutan perusahaan kelapa sawit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“KPK Jangan Tajam ke Riau, Tapi Tumpul ke Jambi: Saatnya OTT Kepala Daerah Jambi!”

“Ketika Kesetiaan Dikhianati, Negara Tak Boleh Ikut Diam: Menyoal Kasus ‘Mokondo’ yang Menimpa Audila Putry Sahara”

Pulau Kami, Harga Diri Kami: Ketika Jambi Diam, Aceh Berjuang