Hentikan Narasi "RAJA JAWA" orang Melayu Merasa tidak di anggap di Negeri ini.
Elas Annra Dermawan, SH ( Advokat )
Narasi "RAJA JAWA" dapat menimbulkan perasaan tidak dihargai di kalangan masyarakat Melayu jika konteksnya menunjukkan ketidakadilan atau penilaian yang tidak seimbang terhadap kelompok etnis tertentu. Penting untuk membangun pemahaman dan komunikasi yang inklusif untuk memastikan semua kelompok merasa dihargai dan diakui secara adil dalam masyarakat.
Bangsa Melayu telah memberikan kontribusi signifikan terhadap Indonesia dalam berbagai aspek:
1. Budaya dan Bahasa :
Bahasa Melayu, yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia, telah berperan besar dalam perkembangan bahasa nasional. Budaya Melayu juga mempengaruhi seni, musik, dan adat istiadat di berbagai daerah di Indonesia.
2. Sejarah dan Kesultanan :
Kesultanan Melayu seperti Kesultanan Malaka, Kesultanan Johor, dan Kesultanan Riau-Lingga memiliki peran penting dalam sejarah maritim Indonesia, terutama dalam perdagangan dan penyebaran agama Islam.
3. Seni dan Sastra :
Karya-karya sastra Melayu, seperti Hikayat dan syair, turut memperkaya khazanah sastra Indonesia. Tradisi seni seperti wayang kulit dan tari tradisional juga mencerminkan pengaruh Melayu.
4. Politik dan Ekonomi :
Pengaruh Melayu dalam perdagangan dan hubungan politik antara pulau-pulau di Nusantara membantu membentuk interaksi dan hubungan ekonomi di Indonesia.
Kontribusi ini menunjukkan betapa beragam dan kaya warisan budaya yang telah membentuk identitas Indonesia.
Jika kontribusi ini masih juga kurang menunjukkan kehadiran Bangsa Melayu itu ada, Lantas mengapa Kami harus terus ada ??..
Oleh karena itu penting untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan tentang topik sensitif seperti "Raja Jawa." Pernyataan yang tidak hati-hati bisa menimbulkan kesalahpahaman atau ketegangan antar kelompok etnis atau budaya. Menggunakan bahasa yang inklusif dan menghormati semua kelompok dapat membantu menjaga keharmonisan dan mencegah konflik. Selalu baik untuk mempertimbangkan konteks dan dampak dari pernyataan yang dibuat.

Sebenarnya itu tidak semata-mata salah petani, saya sendiri merasakan susahnya jadi petani untuk tanaman padi atau jagung :
BalasHapus1. Harga panen yang menurut saya sangat murah
2. Pupuk subsidi per 1400m² hanya dapat 75 kg, klau padi kadang cukup kadang kurang lihat situasi dan cuaca, klau tanaman Jagung sangat kurang banyak
3. Ongkos produksi juga mahal
4. Tahun 1995 harga gabah kira2 sekitar Rp. 2000 sekarang paling mahal sekitar Rp. 6000 ini juga tdk ada jaminan kadang bisa Rp 3000-4000 dan tidak cocok kenaikan kebutuhan yg lain bisa 10x lipatnya
5. Keuntungan petani per luasan 1400 m² sekitar 1,5-2 jt bersih nunggu 4 bln, tinggal per bulan dpt ...?